Jangan Sesali Yang Sudah Terjadi Segala Usaha Yang Gagal Jadikan Keuntungan Untuk Belajar

Table of Contents

Arfanza.com - Hidup sering kali tak sesuai apa yang kita harapkan, yang pada akhirnya kekecewaan menyelimuti diri kita. Semangat yang sudah kita bangun dan tanamkan ke dalam hati jiwa kita akhirnya harus sirna seketika dan sia-sia. Hari kemarin tidak bisa di ulang meskipun kita merenungkan kejadian yang sudah kita lewati, bulan demi bulan tahun demi tahun akan terus berjalan dan berlanjut dan tak akan bisa kembali. 

Setiap kali kita mencurahkan hati kepada seseorang jawabannya akan jangan berlarut-larut, akan tetapi mereka tidak tahu bagaimana perasaan kita yang sebenarnya. Untuk itu semua yang terjadi jangan Sesali, berlarut-larutlah dalam kegagalan apa yang kamu rasakan nikmatilah sampai nikmat itu terasa. Kenikmatan yang ada di dunia ini tidak hanya kenikmatan yang rasanya enak, manis, suka , senang akan tetapi kenikmatan tidak enak termasuk luka, kegagalan, itu juga nikmat. 

Setiap manusia akan mengalami kegagalan, masalah, yang tak pernah terbayangkan oleh mereka sebelumnya. Di dunia ini kita hidup bersama keluarga, teman, masyarakat berbagai karakter yang berbeda-beda. Kadang kita sudah berusaha menjadi yang terbaik berhati-hati dalam memilih hidup mulai dari pasangan, pekerjaan, sampai usaha berbisnis untuk penghasilan. Ketahuilah, jika kamu menyesal dan merasa gagal dalam hal yang kamu lakukan, jadikan semua itu keuntungan untuk pembelajaran belajar dan belajar. Jangan salahkan keadaan, orang, atau pemicu, jangan merasa benar dan juga jangan merasa bersalah. Akan tetapi lihatlah dirimu sendiri dahulu intropeksi akan lebih baik, pelajari apa masalahnya dan perbaiki.  ingat! Jangan mencari kesalahan, menyalahkan dan juga jangan mencari pembenaran dan kebenarannya. 

Bangun kembali dengan baik, dan lebih baik lagi apa yang kita bisa lakukan. Pada hakikatnya di dunia ini bagi saya tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Yang ada hanyalah tumbuh berkembang maju dengan baik dengan jalur yang benar itu sudah cukup. Seperti halnya saat kita mengalami sebuah kegagalan, bisnis, usaha, bahkan hubungan yang pernah kita jalani. Memaafkan diri sendiri, akan jauh lebih baik. Tapi ingat juga! Kita harus berhati-hati dan waspada untuk kedepannya. Tetap sayangi keluarga kita anak istri atau suami, apapun yang terjadi merekalah yang selalu ada untuk kita. Memang kadang di antara keluarga kita entah anak, istri, atau bahkan suami itu sendiri ada yang merasa tidak di perhatikan yang pada akhirnya salah paham. Percayalah tidak ada keluarga yang tidak memperhatikan, intinya komunikasi biar kita tahu apa sedang terjadi dan masalah apa yang menyelimuti. Jangan diam dan di pendam sendirian. 




Posting Komentar